Thursday, June 21, 2012

Remember August ( Part 31 : Don't Want This Feeling )


***

“thanks for today babe, really love to spent a night with you, love you” ucap August lalu mengecup pelan pipi Cody, Cody tersenyum lalu mengangguk, dan mengusap pelan kepala August. August tersenyum, lalu keluar dari mobil Cody, dan memasuki apartemennya. August menyenderkan badannya ke dinding lift yang langsung mengakses ke penthousenya.vsaat bunyi dentingan lift terdengar, August langsung keluar, dan pas-pasan dengan Greyson baru ingin masuk ke dalam penthousenya. August tersenyum melihat Greyson, Greyson mengerlingkan matanya dengan tawa.

“getting this new hair cut, what do you think?” tanya Greyson masih memegang knob pintunya. August memerhatikan Greyson, lalu tersenyum.

“you look really ugly” ucap August sambil mengerling, dan terkekeh pelan.

“haha, okay thanks, see you this weekend. Mrs. Wibowo. Take care of yourself, call me, if you have that stupid deseas again” ucap Greyson. August mengangguk, lalu langsung merangksek kedalam penthousenya. Greyson masih berdiri didepan pintu penthousenya, dia menggigit bibirnya sendiri, masih ada getaran hebat didalam tubuhnya. Greyson meremas knob pintunya. Jangan, jangan muncul lagi perasaan itu. Dia sudah memiliki Olivia. Tolong Jangan. Gumannya, Greyson rangsung merogoh handphonenya, dan segera mencari-cari dengan gusar kontak teleponnya, terlihat lambang cinta disana, dan Greyson langsung menelponnya.

“hey baby, what’s up? I miss your kiss, hows your day?” tanya Greyson. Lalu masuk kedalam apartemennya, berusaha untuk mengapus perasaan konyol yang hinggap didalam hatinya.

***

Friday. July, 28th ‘12
Los Angeles, California

“are you exited? Cause i’m so beyond exited!!!” ucap Greyson menggamit tangan August dengan kencang. August terkekeh pelan lalu mengangguk dengan antusias. Greyson melepas genggaman itu, lalu langsung berlari kencang, dan menutup lift. August protes, sepanjang koridor, dan segera, menunggu lift itu terbuka. Setelah terbuka. August melihat Greyson dengan innocentnya berdiri tersenyum. August merangsek masuk, dan segera menutup liftnya.

“how dare you” ucap August, dan segera menghujam Greyson dengan pukulan-pukulan sahabat. Greyson berteriak minta ampun, tapi August menolaknya mentah-mentah.Kemeja August seketika langsung lecek-lecek ssetelah puas membuli Greyson. Greyson mukanya sudah merah, gara-gara berteriak sambil tertawa. Bahkan staff apartemen sampai geleng-geleng melihat tingkah laku August dan Greyson saat lift terbuka. Mereka tertawa lagi, lalu keluar dari apartemen, sambil berlari dengan kencang.

“lucky you don’t use your heels” ucap Greyson, sambil tertawa, dan menjaga kamera DSLR nya agar tidak jatuh. August tertawa dan mengangguk, entah dari kapan adat ini, jika dia bermain dengn Greyson, dia menyingkirkan semua heelsnya dan memilih untuk menggunakan flat shoes. Terkecuali ada acara seperti signing season dan sebagainya. August tersenyum lalu mulai mengejar Greyson lagi sambil tertawa lebar.



“so, where is the firststop?” tanya August, Greyson berdiri lalu berfikir.

“hows park?” tanya Greyson, August mengangguk setuju lalu mereka berdua berjalan, sekali candaan terselip dari mereka berdua sambil jalan. Kadang, mereka berlari-lari dan diakhiri dengan tawa. August tertawa lebar, Greyson tertawa puas. Sesekali, Greyson mengambil foto August candid, dan sesekali. August mengambil alih DSLR Greyson, dan mengambil foto mereka berdua. Saat sampai taman, hal yang mereka pertama kejar adalah ayunan, Greyson langsung memberikan kameranya ke August, dan menyuruh August untuk memfoto Greyson yang berdiri di atas ayunannya. August tergelak, dan melakukannya, mereka berdua bermain sambil tertawa lebar, entah sudah beberapa tawa yan gmereka keluarkan. August tau, disekeliling mereka pasti ada saja seseorang yan gmemerhatikan mereka, dan berbisik-bisik tentang mereka. tapi August dan Greyson berusaha untuk tidak peduli.

            Setelah puas dengan foto-foto ditaman. Greyson dan August segera berjalan kembali, menuju kedai ice cream favorite mereka di sini, memang tidak seenak kedai ice cream mereka favoriti di Edmon, tapi ice cream tempat itu lumayan enak. Greyson dan August segera memsan ice cream mereka berdua. Sambil tersenyum, August memberikan Ice Cream itu, dengan sengaja menaruh dihidung Greyson. Greyson menganga lebar. Lalu memprotes, dengan cepat August berlari sambil tertawa lebar, kembali ke taman, tapi sayang, August tertangkap tepat didalam teman. Greyson langsung mengangkat diri August sambil tertawa. August meronta, tanpa ampun Greyson memutar badan August, dan langsung menumpahkan es yang August pegang ke kepala August. August menganga lebar, dan melihat marah ke Greyson. Greyson memeletkan lidahnya dan langsung menubruk Greyson dengan tanpa dosa.

            Greyson jatuh tersungkur ke tanah. August tertawa, dan tanpa basa basi August langsung mememerkan ice cream yang ada di rambut Greyson ke muka Greyson, sambil tertawa. Greyson tertawa minta ampun, selain geli didaerah itu, Greyson memang sudah terbawa suasana have fun disana. Greyson, menahan tubuh August, yang juga tertawa lebar.

“enough, enough, you, haha” ucap Greyson sambil tertawa, lalu August memberhentikan tawanya, dan duduk disambing Greyson tidurr.

“i really need to clean my hair” ucap August, lalu berdiri, dan mencari pancuran air, segera membersihkan rabutnya dari ice cream-ice cream. Setelah bersih, August mengibaskan rambutnya, dan menciprtakan beberapa air. Greyson ,tertegun, melihat, itu seaakan melihat ...keindahan. Greyson langsung menggeleng, dan membersihkan baju dan yang terkena ice cream.



Kesenangan mereka berdua, tidak mereka rasakan berdua, beberapa remaja, memfoto mereka berdua, dengan diam-diam gadis itu mengambil foto mereka berdua, tanpa diketahui baik Greyson mau August, wanita itu melihat ke kameranya, dan langsung meninggalkan taman itu dengan senyum puas...

***

“let’s take some food, i’m starving” ucap August, Greyson mengangguk, mereka berdua berjalan bersama menuju kedai kecil untuk sekedar mengganjal perut mereka, sambil berbicara dijalan. August tidak sengaja melihat seorang, cewek memfoto mereka, August mendengus kesal, dan menunduk.

“seriously, can fans just leave us alone, it’s annoying me, to see them everywhere” guman August ke Greyson, Greyson mengerinyit hera, tumben-tumben August mengeluh atas fansnya. Greyson langsung merangkul August.

“just keep walking” ucap Greyson. August mengangguk, dan berjalan bersama Greyson, setelah sampai di kedai, yang sepertinya menyajikan pasta. August dan Greyson memilih untuk mengambil tempat yang agak menyudut, menjauh dari kerumunan.

“what do you want?” tanya Greyson, August melihat semua daftar menu.

“i guess, Lasagna, and Diet Coke is enough” ucap August lalu menutup menunya, dan menunggu Greyson memilih makanan.

“okay, two Lasagna, one diet coke, and one caramel coffe. Please” ucap Greyson, pelayan itu mengangguk dan meninggalkan mereka. Greyson menatap August yang sedang sibuk dengan handphonenya.

“what are you starring at?” tanya Greyson, penasaran. August menoleh ke Greyson dan menggeleng pelan.

“nothing” ucap August, terdiam. Lalu menaruh teleponnya di atas meja. August menatap mata Greyson langsung, Greyson kikuk, dan memilih untuk menatap kembali mata August. Mata hitam itu, bola mata itu, bola mata yang sempat menghujat Greyson masuk ke dalam tarian mata itu, memaksa Greyson untuk tetap berhenti disitu, dan mulai mencintainya. Mata itu seakan berbicara, berjiwa, dan terus menarik Greyson untuk mencintai mata itu. Greyson tersenyum lebar.

“i love your black eyes” ucap Greyson. August terkekh, dan kembali menatap mata coklat itu, mata ekspresif yang selalu berbinar, jika tertawa setulus hati, mata coklat yang akan sayu, jika merasakan suatu kesedihan, mata yang aka cepat mengecil, ketika sang pemilik sedang menangis.

“i love yours too” ucap August, masih dalam keheningan tiba-tiba handphone August berbunyi. August menggeleng, dan mengecek handphonya, manajer menelponnya, August memutar matanya, jangan bilang dia harus ke studio sekarang. Karena ini masih dalam liburannya. August terasa sangat malas.

“Hai, Jer, if you really to force me to go to the studio, or do some works, i totally don’t want it.” Ucap August langsung menyeka pembicaraan Jeremy disebrang sana.

“oh, so what are you want to talk about?” tanya August ketika mendengarkan balasan protes Jeremy. Setelah Jeremy mengomong, August bergeming, tidak percaya apa yang dia dengan.

“you are kidding right?” tanya August. Jeremy mengelak, dia serius disebrang sana. August menganga dan langsung menatap Greyson.

“what?” tanya Greyson setelah August menutup telepon itu. August masih speechless, lalu dengan teriakan yang ditahann.

“i get nominate at Indonesia Music Award, in September!!!” pekik August ringan. Greyson tersenyum lebar.

“oh my God, congratulation August, i’m proud of you” ucap Greyson yang langsung memeluk August. August mengangguk.

“and guess what?! I’m the youngest nominator from that awards, oh my God!! Plus-plus i’ll be performing in that stage, omg omg omg please please” ucap August langsung berteriak tertahan. Mengingat, bagaimana Jeremy memberitahukan tiga nominasi dari sepuluh. August mendapatkanya, penyanyi wanita terbaik, album terbaik, dan musik video terbaik. August masih speechless, dengan ini.

“i’m so proud of you baby girl!!!” ucap Greyson. August mengangguk dengan semangat lalu memukul meja itu dengan suara ddrum roll. Greyson tersenyum melihat muka August seperti itu.

“and i guess, i want to take a little holiday in Indonesia. Maybe foor a month?” ucap August menatap Greyson ragu. Greyson mengerinyit.

“a month? I mean until October?” tanya Greyson. August mengangguk.

“yeah, the show is about in the middle of September, for the rehearsing and stuff, maybe i’ll go in fifth, or sixth and back in the middle of October” ucap August menaikkan alisnya. Greyson berfikir.

“why you took so a long time?” tanya Greyson. August langsung mendekatkan jarak pandangannya ke Greyson.

“my dad stays there, and i just want to enjoy my holiday in the end of this year, like you know, August is my birthday, and September going back to Indonesia, November maybe i have an interview, and back to the studio, and finally deal with another holiday. The whole December” ucap August, Greyson berfikir sebentar.

“anyway, we should make a great birthday party Greyson” ucap August menatap lurus ke arah Greyson, dan terganggu dengan pelayan mengantarkan makanan mereka.

“yeah we should, like a teenager party!” ucap Greysn tersenyum.

“yeah buddy” ucap August, lalu mulai menyantap makanannya.

“talking about our party, and you’ll going to Indonesia for a long time, maybe, we must hang out together, to organize our party and heal my missing” ucap Greyson, memberhentikan aktifitas August yang sedang memakan lasagna itu dengan lahap.

“yeah we must” ucap August mengerling, lalu kembali tekun ke makanannya. Greyson terkekeh pelan, dan menunduk, melanjutkan makan siangnya itu. Untuk sekali lagi dia mengelakkan sesuatu hal yang dia sangat tidak inginkan dari kemarin.



***

Monday, June 18, 2012

Remember August ( Part 30 : What kind of feeling is this? )


***

“HOME!!!!” teriak August langsung berbaring di atas sofanya. August melepaskan nafasnya dengan lega, dua bulan melaksanakan konser, dan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, perjalanan yang melelahkan, dan juga ...menyenangkan. August berdiri langsung masuk ke kamarnya, dan berbaring sekali lagi, sambil mengecek nomor hapenya.

Let’s going the the movie tonight, miss you babe <3

Received :
08:10:56
Today

From :
Cody
+1325569870
           
            August tersenyum, lalu segera membalas dengan cepat.

“okay, i’ll take a little rest tonight, pick me up at five, see you soon, i love you, and miss you” ketik August  lalu berjalan ke kamar mandi, mencuci muka, dan segera merangsek ke tempat tidurnya. August memutar musik dari iPodnya, dan segera menidurkan tubuhnya, menarik untuk beristirahat.

***

            Lagu So Far Away Avenged Sevenfold membangunkan August dari tidurnya, August melihat hpnya, dan terlihat sudah jam tiga siang. August terbangun dan langsung memegang kepalanya, pusing karena tidur terlalu lama. Tubuh August langsung terasa remuk diseluruh tubuh, tapi August masih bangun dengan mengingat janjinya bersama Cody sore ini. August terseok berjalan ke kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya. August keluar, dan langsung mengambil asal cropped tee galazxnya, dan diambil silver venus hot pantsnya, August mengacak asal alat aksesorisnya dan mengambil sembilan potong aksesoris yang dia beli kemarin di Seattle. Setelah mengeringkan rambutnya, August mengepang rambutnya tipis, dan langsung dijepitkan ke samping. August mengambil anting segitiga silver, lalu mulai mencari sepatu-sepatunya yang kelewat banyak di lantai bawah. Saat sedang mencari lip gloss August tidak sengaja melihat jam, jam empat lewat tiga puluh lima. August mengerinyit heran, kenapa waktu bisa secepat itu. August dengan tidak eduli meninggalkan kerjaannya, lalu kebawah mengambil makanannya mengingat, dia belum makan dari tadi pagi. Setelah selesai makan. August mengambil asal sepatu yang dia temui pertama, mengambil kacamata hitam. Setelah memakai itu, barulah, Cody datang dengan tepat waktu. August berpamitan dengan mamanya, lalu keluar dari apartemenya bersama Cody bergandeng tangan.



***

“what movie you want to watch?” tanya Cody sambil melihat-lihat poster-poster film, Augsut berfikir sejenak.

“hows step up? It’s kind of good though” saran August, Cody berfikir sebentar, lalu mengangguk setuju. Cody dan August berjalan ke pengantrian tiket. Disaat perjalanan, ada seorang wanita yang menepuk pundak August.

“can i take a photo with you?” tanya Gadis itu malu-malu. August menghembuskan nafasnya pelan, menerima, disaat dua minggu liburannya, masih di hantui dengna para fans. Augsut mengangguk, lalu beridri di samping wanita itu, dan tersenyum.

“thank you” ucap wanita itu. “your welcome, hun” ucap August lalu kembali kerangkulan Cody. Cody tersenyum melihat August. August hanya terkekeh, belum sebentar dia mengobrol dengan pacarnya.  Cody dan August harus diganggu dengan segerombolan remaja, yang berisi lima orang dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Meminta untuk berfoto dengan August. August kembali lepas dari rangkulan pacarnya dan harus meladeni fans-fansnya dengan senyuman.

“can you take a photo with me?” tanya seorang lelaki yang berambut pirang itu. August, mengangguk.

“sure, why not babe?” tanya August tersenyum, lelaki itu langsung berteriak ditahan ketika August memanggil dirinya babe. August tersenyum, lalu merangkul laki-laki itu dengan senyuman. Setelah selesai mengambil foto dengan mereka. August melirik ke arah pacarnya, dan ternyata juga dimintai foto. August tertawa kecil melihat itu.

“i’m one of your fans, may i take a photo with you?” tanya wanita berambut pirang itu, Cody tersenyum.

“why not babe, come here” ucap Cody lalu merangkul wanita itu, wanita itu mungkin sudah menahan teriakannya dalam hati dan berusaha untuk terlihat manis di depan foto. August tersenyum kekeh melihat wanita itu, dan menunggu dengan sabar ketika Cody meladeni fans-fansnya. Saat sedang asik memerhatikan Cody, salah satu fans lelaki yang tadi foto bersama mengajak ngobrol August.

“you look good with Greyson, anyway” ucap lelaki itu. August mengerinyit.

“pardon?” tanya August, lelaki itu, langsung membuat tanda tahan dengan tangannya.

“woah, i mean, you guys really look cute together, i’m your fans, and ofcourse i’m stalking you, and seeing your friendship when you were in Oklahoma, is really cute” ucap lelaki itu, August mengerinyit heran, dan menatap lelaki itu lekat-lekat.

“especially, the way he always protect you even you got your crush” ucap lelaki itu lagi. August mengerinyit heran, lalu memperhatikan sekali lagi laki-laki itu. saat meliha tmata itu August melongo lebar.

“you’re not really Colton right?” tanya August terdiam, lelaki yang dipanggil Colton itu langsung tersenyum lebar.

“here i am” ucap dirinya. Augsut langsung menganga lebar, dan langsung memeluk lelaki itu dengan erat.

“you are really, different” ucap August lagi. Colton hanya terkekeh pelan.

“okay, see you later August, is good to see you again” ucap Colton, lalu berjalan dan meninggalkan August, August kembali ke Cody.

“who’s that guy?” tanya Cody heran. August hanya tersenyum. “my old friends, and my ex” ucap August, Cody langsung memicingkan matanya. Augsut mengangkat alaisnya.

“what?” tanya August, Cody hanya menggeleng pelan. Augsut tertawa lebar. “shut up Cody, i won’t love him again” ucap August terkekeh pelan. Cody tersenyum lalu langsung mengecup pelan bibir itu. August terkekeh kecil lalu langsung berjalan meninggalkan Cody untuk sekedar mengambil cemilan. Disaat mengantri, August mengeluarkan handphonenya, membuat dirinya sibuk sendiri, karena merasa sedikit risih, diperhatikan oleh orang-orang. Saat asik melihat twitter, satu getaran datang dari handphonenya, August mengerinyit, melihat homescreen dan pop up one message dari Greyson. August tersenyum kecil lalu membuka SMS nya.

Missing a lot of fun while you staying here. Want to hangout this Friday night? Like the old times?

Received :
19:10:56
Today

From :
Greyson
+321850556143

            August terkekeh kecil, lalu membalasnya dengan cepat.

“sure, why not? Should i bring our blanket? And the dvds?” balas August memasukkan handphonenya ke dalam kantong, dan mengambil popocorn dan dua soda yang habis dia pesan. Lalu meninggalkan standnya dan menghampiri Cody yang celingukan mencari August.

“hey, sorry, are you waiting too long?” tanya August didepan Cody, Cody menggeleng pelan. Lalu segela mengambil alih membawa dua soda tersebut. Suara interkom bahwa film sudah dimulai berputar. August tersenyum lalu mulai berjalan bersama Cody berdua, getaran terasa lagi dikantongnya. August mengeluarkan handphonya, dan melihat balasan sms Greyson, yang sudah terbentuk oleh conversation.

“you should! Okay! See you this Friday night, and really miss your hug, laugh and your face when you sleep! Love you!” balas Greyson. August terdiam, melihat sms itu. August tau, itu salah satu bentuk kasih sayang sahabat, dan sms ini sudah biasa diterima August meskipun dia atau Greyson sedang berpacaran dengan siapa saja. Tapi, ada besitan dalam hati August yang berbeda, ada getaran halus tapi pasti terlewat dalam aliran darahnya, ada gemiricik kembang api berdentum didalam perutnya, dan hatinya terasa nyaman, merasakan semua ini adalah seharusnya yang terjadi. August mengerinyit, hey apa maksud dari semua ini?

“babe, are you okay?” kata-kata itu membuyarkan August, lalu mulai melihat Cody sudah ada dihadapannya. August menggelengkan kepalanya.

“i’m okay, let’s go” ucap August, menarik tangan Cody, yang sedang memegan minuman. Mengelak, dari suatu getaran aneh dalam dirinya.

***

>>> wop wop part 30 is finally up :D i'm sorry for a lilo bit late to post this story, cause i've been busy lately, but i promise i'll make it as soon as possible, like usual, thank you for wasting your time to reading this, and let me know what do you think! xx

- @Audeeyah

Friday, June 8, 2012

Remember August ( Part 29 : Cinta, Ini Terasa ...Benar )


***

“so, after this song, we will introduce you, and you guys, start to sing, okay?” tanya interviewer itu untuk memastikan, August mengangguk, dan menaruh headphone ke kepalanya, diikuti oleh Greyson. Iringan lagu Kiss Me terputar dari headphone masing masing. August mangambil nafas.

“uuuu uuu huuu” buka August dengan nada lembutnya.

“winds blowing, through this ring, i feel it, when you started to leaving me” buka August dengan pelan.

“i’m walking, alone, i’m dancing, and knowing you won’t be around” lanjut August sambil menunduk melihat kakinya.

“i know it’s hard to believe, when i see you leaving me, my body freeze for moment, and praying” ucap August.

“when you look at me, with those beautiful eyes, i’m started to paralyzed, cause i can’t face you leaving me, yeah” ucap August lagi, menatap nanar kedepan.

“and when you smile at me with those perfect lips, and when you sing at me, i just can’t keep this in my heart, oh baby please kiss me” ucap August disertai oleh Greyson.

“and i’m walking, leaving you here, with big smile, but you don’t know how i sad inside” ucap Greyson dengan pelan.

“cause we know, we put this, we put our heart, and burried the memorise here” lanjut Greyson, menunduk, menahan pelupuk matanya

“and when i walk up to the door, started to leaving you alone, i’m just turning all around, please kiss me” ucap Greyson menatap mata August yang membuang tatapan matanya sudah berair.

“when you look at me, with those beautiful eyes, i’m started to paralyzed, cause i can’t face you leaving me, yeah” nyani Greyson dan August berbarengan, menutup mata mereka berdua.

“and when you smile at me with those perfect lips, and when you sing at me, i just can’t keep this in my heart, oh baby please kiss me” buka mata August perlahan, lalu melihat tatapannya buram.

“and there’s no more word i could to say, and now i just want you to stay, for little while inside my arms, and when you close your eyes tonight, and i’m asking you, if you see the lights? Shining right from my eyes” ucap August dengan penuh emosi, menumpahkan semua, yang entah, apa yang dia simpan dihatinya, seketika itu keluar dari hatinya.

“when you look at me, with those beautiful eyes, i’m started to paralyzed, cause i can’t face you leaving me” ucap Greyson lembut, menundukkan kepalanya, merasakan pesan yang entah itu apa yang disampaikan oleh August.

“and when you smile at me with those perfect lips, and when you sing at me, i just can’t keep this in my heart, oh baby please kiss me” ucap Greyson, yang diiringi, suara melengking August, August dan Greyson benar-benar merasakan hawa aneh diantara mereka seakan ada sesuatu isyarat tertentu yang dari mereka sampaikan, ada suatu kisah yang belum selesai diantara mereka, dan August bahkan Greyson tidak tau, apa kisah itu. dan darimana kisah itu bermulai. Suatu kisah yang sederhana, tapi penuh dengan lilitan benang pengganggu dalam hidup mereka, suatu kisah... Cinta.

***

“now, give it up. August Wibowo, and Greyson Chance eveybody” ucap penyiar itu, August dan Greyson bertepuk tangan.

“yeay! Hello guys” sapa August dengan riang seperti biasa.

“hello” ucap Greyson.

“Kiss me, what a beautiful song, seriously guys, the combination of your voice in this song really blew me up, who wrote the song?” tanya penyiarnya itu.

“August did”

“Greyson did” ucap mereka berdua. August mengerinyit heran, jelas-jelas ini murni yang membuat Greyson, bukan August, August hanya menyumbang sekitar empat lagu, dan Greyson menangani sisa lagu, dan dibantu oleh August beberapa.

“no, actually is Greyson, i’m just you know watching him writing, help a little, but he is the one who really write the entire song” ucap August menjelaskan langsung, dan tersenyum kepenyiar.

“now, let’s move on, we have some question, from twitter, it’s quite easy, just answer it really quick” ucap interview tersebut. August langsung mengangguk, disertai greyson.

“okay i’m ready” ucap Greyson sambil tersenyum.

“what song, the most you liked from Tour?” tannya Penyiar.

“Forever Young!” ucap Greyson, Greyson tersenyum lebar, dan penyiar mengangguk.

“describe your girlfriend, wait you have girlfriend?” tanya Penyiar lagi, dengan nada heran.

“yea, i have, umm sorry fans, but i have” ucap Greyson awkward.

“okay tell me about her” balas Penyiar.

“she’s nice, i mean you know, she really makes me feel like an ordinary teenager, and you know, i just like, woah, i don’t know who i am, i’m Greyson, i want to hang out with my girlfriend, and we are having fun” ucap Greyson, panjang lebar.

“have you got kiss with her?” goda penyiar itu, Greyson bersemu merah.

“umm, yea” ucap Greyson pelan “ow look at that, really people, Greyson did have kiss with her” ucap Penyiar, August hanya tersenyum kecil.

“the next go on, is.. um.. oh, what song you like from August?” tanya Greyson. August menatap Greyson.

“maybe A Guy From Childhood” ucap Greyson menatap August. August membuang muka.

“August, tell me about that song” ucap penyiar itu. August dengan awkward memajukan mukanya.

“well, it is about Greyson, he was my bestfriend so you know” ucap August cepat, penyiar heran. “was? Wow, so you’re not friends anymore?” tanya Penyiar itu lagi, August memajukan mukanya. “we are partner” ucap August, lalu kembali bersender, Greyson masih menunduk sambil menggerakkan kakinya. August membuang muka.

“what you like from August, and what you don’t like?” tanya Penyiar algi ke Greyson, Greyson sempat berfikir beberapa kali lalu menjawab.

“i like her because she’s really nice to everybody, like today, after she woke up, she just ordered pizza and give away to the fans, but i don’t like her, whenever she just pretending that she’s okay, she can handles everything, but she’s not” ucap Greyson jujur langsung menatap ke mata August. August menunduk, mendengar sindiran halus dari Greyson.

“okay, the last one, is the interesting one, if your girlfriend, and August are drowning in the middle of th sea, and you only can help one people from both of them, who’ll you choose? And why?” tanya penyiar, August terdiam, dan langsung menatap lurus ke arah mata Greyson, menantikan suatu jawaban. August tidak menyadari dia menahan nafasnya. Greyson masih berfikir, dan berkalut dalam pikirannya.

“i won’t save anybody” ucap Greyson. August mengerinyit, menatap aneh Greyson.

“i will choose drowning, together with them, cause those two girl are important, and i can’t save only one, or else, i’ll save both of them, and let my self dying” ucap Greyson menatap August. August terdiam melihat tatapan itu. Jantungnya langsung bereaksi cepat, darah dalam tubuhnya tidak terkontrol, tolong... apa yang dimaksud Greyson?

“that’s a sweet of you Greyson, okay, let’s move on, just answer the same question, for you August, but i replace the last one, the question is, do you have any words really want to say to Greyson, in your deeply heart?” tanya Penyiar itu. August terdiam, kepalanya menaik dari pandangan bawah. August menoleh ke samping. August melihat Greyson menatap dirinya, menatap dirinya dengan ragu. August merasakan seperti jutaan panah menusuk hatinya, melihat tatapan takut, kepedihan, dan keraguan dari mata itu. August tau, ini lah sikap yang dibuat August di awal, tapi, ini semuanya terasa ...salah

“okay, i love doing So High perfomaces, Cody is really sweet person, and yeah i do had kiss with him, cause it’s trending everywhere, and Greyson’s song i love the most is.... Light Up The Dark, it’s a wonderful song, and i really love it” ucap August dengan senyuman ke arah penyiarnya itu. Greyson masih menatap diri August dari dia mulai berbicara.

“light up the dark hu? Okay what’s a story from that song Greyson?” tanya penyiar itu. Greyson tersenyum pelan, ternyata August tidak berubah seluruhnya, dia masih menyukai lagu itu, masih menyukai lagu yang Greyson buat.

“well, it tells about i get a love sick, and i feel like flying, you know it’s really my deepest heart, and i really glad that August still likes the song” ucap Greyson.

“okay, tell us the next anwers August” potong penyiar menatap August. August berdehem dan mulai berbicara lagi.

“i like Greyson, the way he protects me maybe? i mean he’s really caring people, and i love the way he trust everyone who lives with him, but i don’t like him, whenever he starts to ignores the world focus on one thing, focus on simple things, and make he forgot the fans, it really ...hurts me, you know” ucap August pelan. Greyson menunduk melihat lantai itu, August mengambil nafas, lalu membuangnya dengan pelan.

“and the last question is, i have, and it is... i always love him, no matter what happens, i always support him, maybe when he lost his fans, and lost his career, maybe he can finds me, in my room, sitting in my bed, and playing his song, and maybe, he can comes to me, hugs me, sitting in my bed, or laying together, and having a lot of joy time... most of all, i’m always be his bestfriends, forever and...ever” ucap August tersenyum menatap mata Greysn lembut, dan mengambil tangan Greyson dengan pelan, lalu mengusap tangannya itu pelan. August menatap mata Greyson dengan lembut, ini waktunya untuk memaafkan.

***

            August dan Greyson selesai melakukan inteview. Saat August keluar, Greyson menahan tangan August, August menoleh kebelakang, dan melihat mata Greyson langsung.

“i’m sorry” ucap Greyson lembut, lalu menarik August ke dalam pelukannya, August membalas pelukan itu dengan senyum bahagia. August tersenyum dalam pelukan itu, pelukan dimana dia akan selalu cari tapi dia tidak akan dapatkan. August memeluk Greyson dengan erat.

“don’t ever do that again” ucap August. Greyson mengangguk. Greyson masih memeluk gadis mungil itu, dia berikan kecupan hangat di ubun-ubun kepala wanita itu.

“don’t ever slipping away from me again, August, cause you are in the right place, you are in my arms” ucap Greyson, August mengangguk. Pelukan itu menguasai sentuhan tubuh August, pelukan itu menyalakan sentruman-sentruman menggelitik diantara mereka... mereka berfikir... pelukan ini terasa...benar... sangat ...benar.



***


yap yap part 29 is finally up! thank you for wasting your time to reading this, as usual, let me know what do you think! tweet me! 


- @Audeeyah ;]

Monday, June 4, 2012

Remember August ( Part 28 : Does She Know It? )


***

July 21st ‘12
Seattle, America

            Hari terakhir dimana, Hold On Dream Tour berakhir, dan pertemanan August dan Greyson semakin buruk, hawa canggung langsung menyeruak, jika mereka harus berlatih bersama, untung saja para penonton tidak merasakan kecanggungan itu di konser. Jeremy, sebagai manager mereka berdua sudah setress melihat perlakuan Greyson yang sangat bodoh, dan sifat August yang terlalu cuek. Jeremy pun dibuat ribet dengan permasalahan bodoh dari kedua remaja ini, tidak sekali wejangan menghujat August dan Greyson keluar dari mulut Jeremy. Tidak sedikit, petuah-petuah tua yang diberikan oleh kedua orang tua mereka, tidak sedikit bujukan Cody bahkan Olivia yang keluarkan untuk mengstabilkan mood mereka berdua, dan oh ya, tidak sedikit cairan yang diberikan ke August selama tour ini. Semua terasa salah.

            Greyson merasa iba, melihat August kembali berdarah, dan mulai menyuntik wanita yang sok tegar itu. Tapi iba langsung digilas habis dengan tatapan kecewa, dingin, dan dengki dari tatapan hitam legam itu. Nyali minta maaf dari Greyson terasa di gilas dengan ombak keji dari mata itu. Seakan mata itu membunuh tatapan yang ada dihadapannya. Greyson hanya sanggup menunduk, lalu mulai uring-uringan kembali.

            Sampai sekarang, wanita yang duduk disampingnya itu, yang dengan tenang, sedang ber sms ria dengan pacarnya. Masih belum bisa menatap kenyataan, bahwa sahabatnya berubah. Berubah dengan hal sepele, agak berlebihan memang, tapi tamparan yang berbekas di Washington DC itu masih belum bisa August lupakan. Sepertinya janji-janji manis yang Greyson pernah berikan ke August hanya omongan belaka, sepertinya janji itu telah membuat diri August muak. August masih menatap handphonenya, meliaht sms dari Cody. Kalau sudah begini, August tidak tau mau melakukan apa, tinggal beberapa menit lagi August dan Greyson sampai di tempat radio yang ingin menginterviewnya. August kembali menyenderkan tubuhnya dan menghela nafas.

“are you ready for the interview?” tanya Ibunya dari bangku depan, August mengangkat kepalanya dari handphone dan melihat ke arah ibunya, lalu mengangguk dan berguman, lalu kembali menekuni handphonenya. August mulai mengambil handphonenya dan mendengarkan musik.

            Beberapa deretan lagu dari Jessie J, dapat membuat August tersenyum sendiri, dan berguman sambil bernyanyi, dan juga mengetik balasan sms dari pacarnya itu. August menengok ke arah samping, dan melihat Greyson yang fokus bermain Temple Run di iPod nya. August kembali menghela nafas lagi, dan membuang matanya ke arah jendela.

“my hearts is a lil bit slower” lantun dari earphonenya. August mengerinyit, lalu mendecak sebal, dan melihat list lagunya dengan cepat, dan langsung berganti dengan lagu So Emotional, August mengehla nafasnya, dan membiarkan pikirannya berlarut-larut.

            Greyson mendengar nada lagunya dari earphonenya August, Greyson menoleh pelan, lalu melihat ekspresi kesal dari August, dan mengganti lagunya. Greyson menghela nafas dengan panjang. Temple Run tidak bisa mengalihkan pikiran Greyson dari pertengkarannya August. Greyson merasa uring-uringan, dan sifat August yang tidak peduli dengan persahabatannya itu membuat Greyson makin pusing, apakah ini akan berakhir? Setelah tour ini? Semuanya berakhir? Meninggalkan semua kenangan itu?

***

            Greyson dan August akhirnya sampai di tempat interview, August mulai keluar, dan langsung tersenyum melihat fansnya yang berteriak, lalu langsung kembali menunduk dengan protek bodyguardnya. Mendengar semua teriakan menggila August takut, August segera berjalan dengan cepat, semuanya seperti tidak dikendalikan, dan benar saja pagar pembatas ada yang rubuh. August melihat kebelakang, fans langsung merangsek ke jalanan. August terdesak, dia kehilangan bodyguardnya yang memandunya. August kehilangan nafas karena desakan fansnya, muka August sudah memerah.

“Tolong, jangan ditempat ini, jangan disaat ini” batin August. Saat August merasa akan mengeluarkan darahnya, August menutup matanya, dan August merasa sentuhan dihidungnya, ada yang menahan darah di hidung August, dan langsung menarik tangan August keluar, semuanya rasanya sangat pelan, semua teriakan berdengung di telinganya. August tidak bisa melihat dengan jelas, intinya, semua orang sudah menarik dirinya ke dalam pelukan. August menghirup harum kue di hidungnya, dan didetik itu juga. August tidak merasakan apa-apa.

***

            August membuka matanya, dan dilihat mamanya yang khawatir langsung berteriak terima kasih Tuhan. Tatapan August masih buram, lalu kembali jelas perlahan. August terdiam, memegan dahinya dengan pelan. Ada sekitar tiga orang langsung mengerubungi August, Mamanya, Mamanya Greyson dan Jeremy. August langsung duduk.

“what happened?” tanya August pelan.

“you’re faint, in the middle of the crowded, hun luckt that ge—“ ucap Jeremey langsung di potong dengan batuk dari Greyson. August mengerinyit.

“Greyson saved me?” ucap August langsung ke Jeremy, sambil menatap lurus Greyson, yang membuang mukanya terhadap handphonenya yang dia pegang.

“thank you Greyson” ucap August pelan, tapi cukup didengar oleh Greyson, Greyson menatap nanar mata August, lalu mengangguk sambil tersenyum lemah. August kembali berdiri.

“are you sure, still want to do the inteview?” tanya Jeremy lagi. August menoleh kebelakang, lalu mengangguk.

“i’m sure” ucap August, lalu keluar, dari gedung, sambil menenteng air mineral, wedges pinknya itu segera dipakai, dan langsung berjalan.



August keluar dari gedung, dan meliaht semua fans masih menungguinya. August tersenyum, lalu langsung berlari kecil ke dalam gedung interview.

“Jeremy can i have speaking trumpet?” tanya August, yang sudah di dalam gedung. Jeremy mengerinyit, lalu memberikannya ke August. Dia berlari ke rooftop yang tidak tinggi, dan berteriak dari atas.

“thank you so much for coming guys! Thank you for waiting me! i’m okay! I love you!” teriak August lalu masuk kembali, dan diiringi oleh teriakan fans-fans August.

“Jeremy, can you order pizza for them? i mean, maybe they waiting for me, like a couple hours, they can be starving, can you order some pizza, and give to them?” tanya August setelah turun. Jeremy heran.

“why? Why you’re so nice to them? they’re the reason why you faint” tanya jeremy, August tersenyum lebar.

“fans is my everything, i wouldn be anyone without them, they are someone who decide not going sleep fast, spend their entire teenager life, for stalking me, tweet me, i feel grateful, and because of that, i won’t let them down, let them cry, let them worried abou tme, cause the one who need to care is not me, but them” ucap August tersenyum, lalu berlari kecil mengambil iPhonenya, dan menelpon pizza, setelah memesan sekitar lima puluh toping pizza. August kembali menekuni handphonenya  dan mulai tersenyum kecil membaca sms dari Cody yang mengatakan dirinya baik-baik saja.

            Saat sedang senang, August mendengar orderan pizza sudah datang. August mengambil satu loyang, membiarkan ipizza itu menumpuk didalam, dan langsung keluar, dengan senyum lebar. August berteriak didepan fansnya.

“Pizaa! Who wants pizza?” tanya August tertawa riang, semua oranga berteriak memekik senang. Jeremy membawa dua loyang pizza, dan security August bertugas membawa loyang yang bertumpuk, jika habis tinggal diganti.

            August tersenyum dengan lebar melihat fansnya tersenyum mengambil pizza dengan tisu yang disodorkan oleh August. Ada beberapa orang, mengambil kesempatan untuk berfoto. Dengan senang hati August berfoto, dan berbicara sedikit bersamanya. Semua orang terlihat bahagia.

            Setelah berkeliling tempat fans berkumpul, Pizza yang August order hampir habis, tersisa tiga loyang. August tersenyum puas, lalu mengambil satu slice meat lovers, dan berjalan dengan riang ke ruangan interview. Dari semua prilaku itu, August tidak menyadari, bahwa Greyson melihat tingkah lakunya, ada sedikit iri yang dilihat Greyson dari pancaran August, yang selalu memikirkan fansnya, dan tidak begitu memikirkan love life nya. Greyson tau, saat ini Cody juga sedang jatuh sakit disana, ini dia tau dari Ibunya tadi saat August memberikan pizza diluar.
           
            Apakah August tau kalau Greyson ingin sekali seperti August, yang gampang membagi-bagi moodnya? Apakah August tau kalau Greyson ingin sekali keluar dari tempat itu, dan juga dengan bahagianya memberikan pizza-pizza itu? Apakah August tau dari semua hal sepele yang dia lakukan, makin membuat Greyson bersalah? Kesimpulannya, apakah August tau, sedari kemarin Greyson ingin meminta maaf kepada dirinya?

***


>>> good night [: x ! @Audeeyah is here [: yap! gue udah ganti Twitter, @deeyahs, is no longer active, so i decide to make another one @Audeeyah, people who doesn't get any accept request to follow in my private account, which is @Audiyahh, can follow me, at @Audeeyah [: you can unfollow me in @Audiyahh , cause @Audiyahh, ONLY for my daily life, just some people, i accept the follow request, if i really know them, so like usual, thanks you for wasting your time, and let me know what do you think [: x 


- @Audeeyah [:

Saturday, June 2, 2012

Greyson Chance Flash!

Good Evening!!!! Beautiful Enchancers, beback with the awesomeness admin @deeyahss .
"min kenapa usernamenya ganti?"
gak ganti, itu sebenernya account baru, @deeyahs udah ke suspend, jadi gue ganti dengan yang baru, @deeyahss. Oke, selesai dengan curhat, gue mau ngasih tau...

GUE LULUS
"lah min, judul sama isinya kok beda?"
eh iya, salah, gue mau ngasih tau...  GREYSON FLASH tet tenot tenott dung tak dung tak dung dung~apaansih lo yah, jangan bikin malu depan enchancers...

Salah satu admin kece disini yaitu kak wida  ( @widardf ) membuat satu keping cd, nanti di copy dengan banyak yang berisi tentang. GREYSON CHANCE!!!
"min greyson flash apa?"
Greyson flash itu tuh, kayak aplikasi, berbentuk kepingan CD, dan didalamnya itu software, berisi tentang Greyson, sejenis, All About Greyson, tapi ini lebih lengkap, dan bahasanya ringan, karena sesama kita...

"kayak gimana sih min? tunjukin dong"

so, Greyson Flash buatan Kak Wida ini seperti....

*mari kita hening sejenak*

jadi...

*diam lagi*

tunggu sebentar...

*krik krik*

AH! eh, apa ya?

"MIN CEPETAN NAPA MIKIR MULU NIH"
eh iya maaf, oke, gabasa-basi lagi, Greysonnya juga udah gak sabar nungguin gue selesai nulis berita ini... #eh #iniapa

First, gue bakal ngebahas isi dari Greyson Flash buatan kak Wida ini...


  1. List Song
    Di list song ini, terdapat semua lagu Greyson yang ada di album Hold on Til' The Night kecuali paparazzi (karena itu bukan lagu asli dia). Disini ada mp3nya, ada lyric+chordnya, ada penjelasan apa makna dr lagu itu yg kak Wida ambil dari apa yg greyson bicarain HOTTN asia dan lain2 :)
  2. Greyson Fact
  3. Naaah, kata kak Wida sih, ini adalah scene yang bikin dia remuk... puk-puk kak Wida aku mencintai mu soalnya di Greyson fact ini terdapat 351 (TIGA RATUS LIMA PULUH SATU) FAKTA TENTANG GREYSON!! dari tahun 2010-2012, semuaaaa fakta-fakta yangg ada di Greyson Flash, Kak Wida masukin di scene ini, sumber fakta-faktanya dapet dari majalah, youtube, blogspot, dan website-website lain yang 100% terjamin kebenarannya :) kalian gak akan nyesel deh beli flash ini, greysonfact ini banyak bangeeeeeeeeeeeet lebih-lebih dr suatu buku yg membahas greyson hehehe #nooffense :P
  4. Funny Picture
  5. Bagian ini murni sumber dari Kak Wida sendiri dan bakal bikin kalian tertawa terbahak-terbahak, kenapa? soalnya di scene ini Kak wida masuk-masukinin #FunnyPics . Mungkin yang udah follow acc kita ( @GreysonC_IDArmy ) dari lama, bakal tau maksudnya apa, tapi yang belum, jadi tuh Kak Wida ini edit-edit sebuat cerita, dan dikasih muka Greyson. Bedanya, kalau ddari fanbase gak ada fiksi, kalo disini? ADA DONG!!
  6. Greyson's Love Story
  7. Yap, kalo udah pada bilang Greyson's Love Story, langsung mikirnya ke gue apaansih lo yah pede banget Yep, that's right guys! gue turut nyumbang di Greyson Flash ini, dengan karya gue. Seperti yang diatas, tau The Princess and The Rockstar kan? nah, itu adalah cerita yang gue masukin. gatau? ya, beli dong :p di twitter bentar lagi mau di apus loh :p
"Buktinya mana min?"
Bukti? ada printscreen kok tenang aja (: check this out.

Halaman Depan, Enchancer TV, Animasi dan Greyson Foto
Foto Greyson 1
Foto Greyson 2
kalo klik di page ini, bakal ada sejarah perjalanan greyson (:
daftar isi
daftar isi page 3

Greyson Fact
Funny pic
contoh cerita funny pic
list song
lirik lagu, diiringi oleh musiknya sendiri
The Definition of the song (:
Greyson Love Story, made by me (@deeyahss)

"WAW MIN KEREN BANGET GIMANA GUE BISA BELINYA?! MAU DONG!!"

Keren kan? IYA! greyson flash buatan Kak Wida ini emang keren! Harganya terjangkau 50rb (belum termasuk ongkir) dan For Your Information, Dia tinggal di Bandung..

Ayooo yang mau mesen segera yaaaaaaa, tinggal sms Kak Wida aja ke nomor 089655227845 atas nama Wida.

Format SMS nya :

(Nama kamu), (Nama twitter kamu), #GreysonFlash, (alamat lengkap kamu)


Pesan secepatnya sampai tanggal 7 there's NO LIMIT, hanya sampai tanggal 7 ordernya (: nah, setelah itu, kita akan konfirmasi kamu.

Terus berhubung kak Wida lagu ulum dan selesai tanggal 6, jadiiii Kak Wida ngirimnya sekitar beberapa hari udah ulum yaaa :D

NAAAH kalo kamu tinggal di Bandung, kamu bisa pembayaran via offline, yaitu kita nanti ketemuan, jadi transaksi langsung :)

Minat? Contact us! 

Fanbase : ( @GreysonC_IDArmy )
Kak Wida : ( @Widardf )

Okay, that's it, thanks for reading! dan kalo udah baca... BELI DONG!! :D

-@deeyahss
stay your awesomeness enchancers! :D