Thursday, November 15, 2012

Remember August ( Part 43 : A Very Last Song )


***

            Semenjak incident itu, well, mungkin bukan insiden juga, karena jelas August dan Greyson semakin memperdekat diri mereka. Dengan tenangnya, Greyson bergandeng enteng tangan August kemana, dan dengan tenangnya juga August tertawa dengan lepas disamping Greyson, atau lebih tepat di dalam rengkuhan Greyson. Memang mereka tidak mendeklarasikan pernyataan mereka, dengan tiga kata sakral itu, dan August tau hubungan mereka ngambang. Mereka lebih dari teman, tapi August sudah pasti bukanlah seseorang kekasih dari Greyson. Beberapa kali fans memergoki mereka berdua sedang ada di restaurant, dan berbicara, sambil menatap mata satu sama lain. Beberapa kali juga fans memergoki August, sedang dengan santainya, melingkarkan tangannya ditubuh Greyson, dan Greyson merangkul pinggang gadis itu.

            Disaat mereka berfikir bagaimana bahagia, dan tenangnya August dipangkuan Greyson. mereka semua salah, jangan anggap disaat August berada di pelukan Greyson merasa lepas. Tapi ada sekelebat ngilu di tubuhnya, yang siap menggelitik semua sudut sarafnya, disaat Greyson dengan tiba-tiba memeluk August dari belakang seakan tubuh August menegang, siap disentrum oleh sentuhan laki-laki itu.

***

“where do you want to go?” sms dari August ke Greyson. Greyson tersenyum, lalu dengan cepat dia membalas sms itu.

“interview, how about you?” tanya Greyson kembali, disebrang sana. August tersenyum melihat balasannya yang terlalu cepat. August kembali mengetik dengan cepat.

“i don’t know, but Scooter invited me to Justin’stechnical meeting” ucap August, Greyson mengerinyit melihat sms itu.

“justin bieber?” tanya lagi, dan segera dapat balasan bertulisan “yes”. Greyson mengerinyit kenapa.

“you got an offer with his tour, didn’t you?” kembali ketik Greyson, dan segera mendapat balasan “no”. Greyson heran, dirinya berdiri ketika ibunya terdengar setengah berteriak untuk segera berkumpul, karena sebentar lagi akan on air dalam tv shows.

“okay, talk to you later, gonna go, bye” ketik Greyson, lengkap dengan emotion wink. August yang sedang di belahan kota lain tertawa, dan segera bersiap-siap dengan invitation yang random ini, sebenarnya ada maksud apa dari semua invitation ini?

***

“Hey Justin” sapa August dengan kikuk. Justin tersenyum dengan lebar dan langsung memeluk gadis yang berumur 15 tahun didepannya.

“aye August, glad to see you come” ucap Justin tersenyum. August mengangguk.

“come in, we all waiting for you” ucap August. August masuk kedalam, disaat dia membuka pintunya.

“shit” guman August langsung.

***

            Gimana August bisa lupa, kalau Cody Simpson sedang tour dengan artis yang baru saja mengundang di technical meetingnya?! Gila, August bego! Mau gak mau August, harus duduk dengan lelaki yang sukses membuatnya terlalu terpuruk, dan sialnya, dia duduk di tepat samping cody.

“shit” batin August kembali, apa-apaan sih ini. Menyesalnya lagi, kapan saja Cody bisa melihat bekas luka sayatan yang pernah terjadi tempo lalu di Ireland. Gila, mimpi apa dia semalam? Dia di Atlanta, tidak berharap untuk mendapatkan gambaran seperti ini.

“okay, I guesslet’s start the meeting” ucap Scooter dari depan August langsung menghela nafas dan menghadap ke depan, ke arah Scooter.

“before that, i want to say thank you for August’s present, so, August i’m starting with you first, since tomorrow is My Wourld 2.0 anniversary, would you like to sign Overboard, with Justin tomorow in here, Atlanta” ucap Scooter, August mengerutkan alisnya.

“why me?” tanya August lagi, jelas ini sebenarnya keuntungan bagi August untuk menaikkan namanya, tapi kenapa dia dari segelintir penyanyi artis lebih terkeal, dan dewasa?

“someone, suggested me to work with you, because you are the one who will understand all about the condition, and really follow the rule, and won’t be like bossy around everyone” ucap Scooter jujur.

“who suggested you?” tanya August lagi, dengan bersender, dan menatap lurus ke arah Scooter. Scooter terdiam, dan menunduk, August pandang samping juga ikut menunduk. August mengambil nafas dan menghembuskan nafasnya. Dia tau sapa yang menyarankan Scooter.

“i can’t say anything now, because my manager who had all of my schedule, you can ask her first” ucap August.

“we had” ucap Scooter, “and she said, that it depended on you, you wanted it or not” ucap Scooter dengan senyum kemenangan. August menghela nafas, dan sesekali berfikir.

“well, what i have gonna loose? Sure why not” ucap August kembali. Semua orang lega, setelah berdiskusi selama 2 jam, baru rapat itu telah selesai. August menghela nafasnya, dan mohon pamit untuk kembali ke hotelnya Scooter membolehi, dengan senyuman August menutup pintu dibelakangnya. August langsung senyum sarkastik.

“why you need to see me now?” tanya August dengan pelan, ke arah Cody, yang pasti tidak bisa mendengar apa perkataannya.

***

Philips Arena, Atlanta

            Suara gemuruh hentakan lagu dari lagu Beauty and A Beat meriuhkan Philips Arena. Justin dengan energik menari dan menyanyi diatas panggung. Tiga jam berada di satu tempat dengan Cody sangatlah menyiksa dirinya. Sungguh, jika melihat tubuh Cody rasanya tuh semua kenangan yang seharussnya masin bermain-main. Sudah berapa kali August melamun, disaat tidak sengaja melihat Cody Simpson? August menghela nafasnya, dan kembali menatap iPhonenya. Tumbenan sekali Greyson tidak meng-sms atau mengirim email. August hanya mengerinyit heran, lalu berdiri, disaat salah satu crew memanggil dirinya. Terdengar, percakapan manis diantara Justin dan Belieber.

“now, since it’s my My Wolrd’s anniversary, i will sing one beautiful song, with beautiful girl, and please, welcome. August everybody” ucap Justin. Semua orang berteriak, siapa sangka August Wibowo artis yang sedang naik daun, ada di konser Justin. August muncul dengan awalan lagu Overboard.

“It’s feel like we’ve been out a see” nyanyi August dengan senyum, Justin tersenyum, dan merangkul gadis itu. Mereka berdua bernyanyi dengan senyuman. August tersenyum menyanyi disamping Justin. Merasakan betapa besarnya teriakan yang diterima Justin setiap harinya, jauh lebih kencang dari yang biasa dihadapi oleh August. Seelah lagu itu selesai. Justin memeluk August, dan mengajaknya ke backstage. Disaat August berfikir itu menjadi closing, ternyata muncul Cody Simpson, dengan gitarnya.

“This is my last perfomace, Happy Anniversary for My World 2.0 and this. That Should be Me” ucap Cody. Semua orang berteriak.

“everybody laughing in my mind, rumors spreading about this other guy” nyanyi Cody dengan mata terpejam, memang disaat Cody menyanyikan ini, August dan Cody sudah berpisah seperti 10 bulan atau lebih, karena ini sudah mulai memasuki musim dingin di tahun 2013 ini. August menghembuskan nafasnya dan terpejam. August kembali melihat bekas sayatannya itu. August berguman.

“you are the one who started this” ucap August dalam hati dan kembali melihat layar. Seaakan semua berhenti, mendengar nyanyian Cody, jelas orang-orang yang ada di depannya tau, untuk siapa lagu itu.

“that should be me feeling your kiss, that should be me buying you gift, this is so wrong i can’t go on, till you believe that should be me” nyanyi Cody dengan pelan, dan dengan isak tangis yang tertahan. Semua orang membeku mendengar nyanyian beku. Tapi hanya satu orang yang terdiam menatap video itu, August kembali melihat luka ditangannya itu.

            August menggelengkan kepalanya, mendengar itu semua, setelah konser ditutup dengan That Should be Me dari Cody. August langsung berpaling dari Cody disaat dia keluar dari panggung. August membuang pandangannya.

“August, please” ucap Cody menahan tangannya. August terdiam, dan menatap kembali mata aqua itu.

“you ask me waiting for what more Cody? What? Isn’t that enough you keep me waiting forr all those months? Isn’t it enough that all the tears i’ve been through?” tanya August pelan, ke arah Cody. Cody menunduk.

“i’m sorry” ucap Cody. August melepas tangannya dengan pelan dari genggaman Cody.

“do you have any idea about what i’ve been through? All of people, even Sasta, told me that you are going out with another girl, i didn’t believe her, let me tell you again, i didn’t fucking believe her, instead believed you.” Ucap August lagi, menahan air matanya di hadapan Cody, padahal dia sudah berjanji tidak menangis karena lelaki ini lagi.

“but i love you” ucap Cody. August serasa akan mau menampar lelaki itu dihadapannya.

“but you kissed her Cody, do you know how hurt it was, when i saw thee picture, do you know that time, i cut my self, do you know how big my trust i gave to you, but suddenly you just played with my heart, do you know it hurted the most, when i asked you, what should we do, should we break up? And you didn’t answer att all, until now Cody, i don’t know that are you still my boyfriend or not” tangis August pecah dihadapan Cody. Cody terkesiap mendengar semua pengakuan August yang terlalu jujur. Cody mengambil nafasnya.

“i’m sorry” ucap Cody, August menghapus tangisannya, dan kembali menelan semua muntahan tangisannya.

“i forgive you, and we’re done officially done” ucap August, lalu pergi dari hadapan Cody, dan segera meminta manajernya untuk kembali ke hotel. Disaat keluar dari gedung. August bingung apakah dia harus mengeluarkan tangisannya? August merasa ingin berteriak dengan sekeras—kerasnya.

“Tuhan, dia benci Cody” teriak dirinya dalam hati sambil duduk dilantai kamar hotelnya sendiri


***

>> yappp, setelah gue pikir pikir, gue bakal sibuk 2 minggu kedepan. gue yakin semester 2 jadwal gue makin hectic lagi. gue yakin gue gak bakal bisa bikin cerita sesering sekarang. sooooooo, sadly to say, this story will end in part 45 :) yap, 2 parts to go. so sorry banget gak bisa manjangin cerita ini, hell in the first place i got so many idea with this story but, looking in my condition, i cant do that. i hope you guys understand, my situation. so as usual, thank you for reading, and let me know what do you think

Awesome forever
- @Audeeyah

Sunday, November 11, 2012

Remember August ( Part 42 : They Are Made For Each Others )


***

Los Angeles
May, 19th 2013

            Saat August kembali menginjak tanah Los Angeles, August menatap matahari yang menyilaukan pandangannya, baru keluar dari bandara, beberapa wartawan sudah bertebaran, menanyakan kemana August selama ini? Setelah berita breakup August-Cody tersebar. Terlebih, August keluar dari pesawat bersama Greyson.

“August, hows your break up?”

“August, why you’re with Greyson?”

“August, please answer us” bisingan para wartawan dikuping August, August hanya tersenyum dengan genggaman Greyson di depannya, menuntut August. Bodyguard August dan Greyson melindungi mereka berdua, terlihat mamanya August juga ada di belakang, tersenyum. Menghindar dari kejaran para wartawan.

“hah, i didn’t expect that much” ucap August duduk di kursi mobilnya. August bersender, dan langsung mulai membuka handphonenya yang sudah dia tidak begitu pedulikan di Indonesia.

“are you sure you really want to go work after this?” tanya Manajer August lagi, August menoleh dan mengangguk tersenyum.

“it’s enough for my fans to wait, now i don’t want them wait anymore, we’re working now” ucap August. August bersender ke arah Greyson, dan Greyson melihat ke arah August.

“are you sure?” tanya Greyson sekali lagi. August tersenyum dan mengangguk, August merangkul tangan Greyson dan menutup matanya, menghisap aroma tubuh Greyson kembali.

“i don’t know since when i miss  i’m in your arms” ucap August kembali mengulet di bawah tangan Greyson. Greyson hanya tersenyum, dan mengusap lembut puncak rambut August.

“i know, and i’m missing you are like baby, having fun with my arm, and my body” ucap Greyson, sambil tertawa, August hanya tersenyum manja dan menutup matanya, saat Greyson sedang melihat August dengan seksama, August membuka matanya.

“hows Olivia?” tanya August, melupakan wanita itu. Greyson menghela nafas.

“we’re done” ucap Greyson. August membulatkan matanya, dan langsung terduduk.

“you what?!” seru August langsung ke arah Greyson. Greyson mengangguk.

“everything seems so wrong, i lost my bestfriend, my attitude and everything, so, i think she’s not the right person for me, cause it doesn’t matter who they are, if they’re start to make me far away from my bestfriend and my fans, i’ll let ‘em go, and back to where i belong” ucap Greyson tersenyum membenarkan rambut August yang beratakan. August tersenyum dan kembali menyenderkan tubuhnya dengan Greyson.

“sometimes, it’s great to be single, ‘aite? @greysonchance” tweet August tersenyum.

***

“August come on everyone is waiting for you” ucap manajer nya, August mengangguk,dan berlari di hallway studio mereka untuk meeting, video shoot lagunya. August masuk dan melihat beberapa crew dan tentu ada Greyson di situ. August mengerutkan keningnya, dan duduk.

“okay, ladies and gentlemen, may i indtroduce myself, I am, the director of the shoot Ryan Bargman, thank you for Mrs Wibowo management, for trusting me to make this video” ucapnya.

“I’m sorry, but can i ask you something?” potong August.

“yes miss?” tanya Ryan dengan senyum.

“why Greyson here?” tanya August bingung, Ryan pun tersenyum dan berdiri.

“from every guy we cast, no one can compare with you miss, and we all agree he will be your male video” ucap Ryan. August mengangguk.

“you are perfect together, I mean, not in that way, August and Greyson are bestfriend, we will get more connection from the video, when it comes to someone we related so much” jelasnya lagi. August mengangguk.

“okay, so here the thing” ucap Ryan. Mereka mendiskusi semuanya dari tempat video, dan konsepnya. Lagu yang akan dibikin video rencanya adalah ‘Happy Endings’. Saat sedang asik berdiskusi, tiba-tiba ada suatu ide yang muncul dari sang produser.

“why don’t you guys, in the end of video, are kissing?” tanya produsernya. August menganga lebar, dan menatap ke arah produsernya dengan muka –kau-pasti-bercanda-meskipun-aku-ingin-mencobanya- beserta Greyson hanya berkerut menatap produser dengan muka –oh-baik-itu-bagus-

“we’re kids” ucap August. Produsernya hanya tersenyum.

“we’re trying to not be naive in this time, all kids in your ages almost had a first kiss right?” tanya produsernya, August menatap ibunyan dang mengangkat tangannya.

“it’s your choice my dear” ucap Ibunya, Ibunya hanya bisa diam, karena ada suatu hal di dalam tubuh Augsut yang harus disadari. Ibunya letih melihat anaknya terlarut dalam gundah malam.

“I don’t mind at all, we’re friends like best friends right?’ tanya Greyson dengan senyum nakal. August hanya melempat botol minum kecil ke arah Greyson.

“you dirtly little perv” ucap August. Greyson hanya tertawa.

“don’t get me wrong, i’m a boy” ucap Greyson sambil tertawa menggoda August, August hanya tambah merah mukanya.

“ah, it’s up to you” teriak August frustasi.

“ugh, baby, just siad yes, i know you really want to taste this lucious lips right?” ucap Greyson, sambil berdiri menuju kursi August.

“Greyson, get off” ucap August. Merinding. Greyson tertawa dan mengecup pelan pipinya August dengan lembut.

“I’m fine, it’s just a video right?” ucap Greyson tersenyum. August langsung merasa panas di pipinya, dan dia yakin mukanya akan merah seperti tomat, mendapat perlakuan seperti itu dari Greyson.

***

Day 3 video shoot.

            Hari pertama, dan ke-dua berjalan dengan lancar. Hingga hari terakhir, dimana shoot ciuman itu akan berlangsugn. August menutup matanya dan menatap dirinya dihadapan kaca. August merasa gugup, lalu menghela nafasnya, Greyson datang dari belakang dan memeluk August.

“are you nervous?” tanya Greyson. August mengangguk.

“i’m afraid when i kiss you, i thought Cody at the same time” ucap August menatap Greyson melewati kaca di depannya.

“just relax” ucap Greyson.

“you seem enjoy it a lot, what happen with you Greyson Muchael?” tanya August. Greyson hanya tertawa di dalam pundak August.

“i want to tell you about something” ucap Greyson, lalu duduk di hadapan August.

“when I was in Indonesia, the first time we meet, and the next day we’re going to movie, you remember that day?” tanya Greyson. August berfikir sebentar dan mengangguk.

“the time, i sleep during the movie right?” ucap August. Greyson mengangguk.

“i don’t know what happen, like gost came to me and...” ucap Greyson terputus lagi. August menaikkan alisnya.

“i kissed your lips, so your first kiss is me, not him” ucap Greyson, meram, August menganga lebar, jadi apa yang dia rasakan saat itu nyata?! WOY JADI GREYSON CIUM DIA?!

“you kidding right?” tanya August, menatap lurus Greyson.

“nope” ucap Greyson, masih merasa bersalah. August terdiam, buat apa dia marah? Mendengar suara sutradara memanggil mereka untuk mengambil take terakhir, August hanya tersenyum.

“next time, if you want my lips, you can asked first” ucap August sambil berbisik, dan masuk ke dalam tempat set. Greyson terdiam, menatap August yang tersenyum seperti itu. Greyson berjalan mengikuti August.

“what the hell happened with her?” tanya Greyson dalam hatinya.

“okay, August, and Greyson, you will holding your hand, and walk in front of this dor. August, you look at him, while singing, and the the last Greyson, you kiss her” ucap Ryan. Greyson mengangguk. August menghela nafas, dan bertepuk tangan/

“you can do it, last take” ucap August.

“role back, please” ucap Ryan, August mulai bernyanyi. Mereka berdua berjalan hingga sudah ada di depan sebuah pintu.

“and tonight is the night when the stars are falling, tonight is the night when you, stole my first kiss” nyanyi August tersenyum, Greyson langung mencium August. Bibir mereka bertaut, untuk ke dua kalinya. August merasa ada ledakan kembang api di dalam dadanya. Merasakan bibir Greyson ada di bibirnya. Tanpa sadar August membalas ciuman itu. Mereka tersenyum, diantar tautan bibir itu, saat sutradara bilang cut, August baru menyadari tangannya, ada di delehr Greyson, dan Greyson dengan memeluk dirinya. August speechless. Merasakan itu semua, termasuk hal yang terlalu banyak untuk dicerna. Saat shoot selesai. August duduk, dan melihat Greyson sedang bermain dengan handphonenya. August menghembuskan nafasnya, dan berjalan ke arah Greyson. Greyson menengok ke atas dan tersenyum mebuka tangannya lebar. August duduk dengan tenang di pangkuan Greyson. Saat Greyson menatap muka Greyson.

“we still be friend right?” tanya August.

“yes?” tanya Greyson, kembali ke August, August menutup matanya, dan membuka matanya lagi, menatap lurus ke arah Greyson tanpa kata-kata. Entah kenapa di antara mereka berdua, kejadian itu kembali terulang. Rasa itu kembali menggema, hingga rasa itu benar kembali terjadi. Entah ada suatu magnet diantara mereka yang membuat bibir mereka bertaut kembali. Tidak ada penarikan kembali suatu gerakan indah itu, untuk kali ini, biarkan diri August dibawa oleh hasrat yang dia inginkan, selagi logika tidak menghalanginya, membiarkan dirinya terbaring di bawah rengkuhan posesiv yang dia rasakan, biarkan Greyson menguasai tubuhnya, mencium bibirnya, memeluk dirinya, merengkuh jiwanya. Di detik itu, mereka tahu, selama ini mereka lah yang dicari dalam satu sama lain. Greyson selama ini mencari August bukan Olivia, dan August selama ini mencari Greyson, bukan Cody. They are made for each other.



***

>>> kyaaa pasrt 42!!!!! gak ngerti lagi kenapa bisa selama ini nge post part 42, hope you like this part because this is the part i've been waiting to show to you guys, hope you like the way i like it. So, as usual, thanks for reading, and let me know what do you think.
Stay awesome for forever
- @Audeeyah

Sunday, October 21, 2012

Remember August ( Part 41 : Break Up, His Priority ),


***

            Semenjak hari itu Greyson uring-uringan, mendengar semua pernyataan Sasta. Greyson hanya bisa menatap kosong dinding putih yang ada di apartemennya, suara riang tawa August terdengar, memori indah terulang. Greyson merenungkan apa yang semua Sasta telah bilang, semua kenagan indah. Greyson kembali melihat foto dirinya dengan pacarnya itu, gadis itu, kalau dilihat benar-benar mirip August, hanya perbedaan mereka berdua terdapat di mata, dan senyuman. Senyuman August lebih khas, ada kerutan kecil dihidungnya, dan jika dia tersenyum lebar, gigi taringnya terlihat jelas. Mata August juga jauh lebih gelap dan hitam, terlalu teduh untuk ditatap, terlalu mudah untuk larut dalam hasutan sepasang mata indah itu.

            Rambut mereka hampir sama, dengan wangi yang sama. Hanya saja, wangi Ginger itu tercampur dengan wangi Vanilla dari tubuhnya, dan jika mengecup pelan dahi August, wangi madu, jahe, dan vanilla menyatu, bagaikan heroin untuk para pecandu. Sifat August yang terlalu manja, Greyson kembali terdiam, dia terlalu mengenal jauh August. Dirinya juga mengakui, kalau memang August masih memiliki tempat dihatinya, usaha yang telah dia lakukan untuk melupakan August terlalu susah. Greyson tertegun dengan batinnya. Greyson, menatap handphonenya, dan mengetik dengan cepat deretan nomor telefon yang mungkin telah di hafalkan belakangan ini.

“Olivia are you busy? Let’s meet, i pick you up about one hour from now, okay? See you” ucap Greyson, Greyson terbaring dalam sofanya. Mungkin ini disaatnya dia mulai memilih jalan hidupnya sendiri.

***

Jakarta, Indonesia
May 19th 2013

“wat the hell are you doing there?!?!” teriak August yang setelah bangun dari penerbangannya dari Bali, menatap muka lesu Sasta di depan pintu kamarnya. August langsung mendorong Sasta, dan menyeret tubuhnya kedalam kamar temannya itu.

“August, seriously, you call me in this freaking morning, to asking that, can you just wait?!” proters Sasta. August berdiri sambil bertolak pinggang.

“no, now you need to fucking tell me!!!” ucap August, Sasta, mengerinyitkan alisnya.

“who the heall you are, seriously” ucap Sasta kembali berbaring di tempat tidur.

“Ahhh Sasta mahhh” rengek August, menariki kaaki Sasta

“August, gue masih ngantukkk” erang Sasta.

“bangun gak lu, dasar kebo jahanam” ucap August, meniban Sasta.

“anjing, sakit bego.” Ucap Sasta, August tertawa dan menyingkarkan dirinya dari Sasta.

“now tell me” ucap August, duduk bersila,dan menatap Sasta yang sedang mengucek-ngucek matanya.

“gue kesana cuman ada urusan keluarga doang kok” ucap Sasta. August belum puas dengan penjelasannya.

“kenapa lo pergi sendirian coba” ucap August.

“ya terserahlah” ucap Sasta lagi. August membentuk muka sedih. “ah gaseru looo” lempar August dengan bantal. Sasta menyengir, August memutuskan untuk bermalas-malasan di rumah Sasta.

“mana oleh-oleh dari Bali?” tanya Sasta, memberhentikan keheningan. August mengulet

“dirumah” ucap August. Sasta terdiam, mengingat kejadian di cafe itu. Sasta kembali melirik August yang sedang membuka handphonenya dalam diam.

“lo disini sampe kapan?” tanya Sasta lagi. August menoleh, dan tersenyum lemah.

“selama, gue bisa sanggup ngehadepin kehancuran gue” ucap August tersenyum, dan kembali memperhatikan handphonenya. Sasta terdiam, melihat sahabatnya itu, melihat suatu retakan yang jelas di hati August. Ada sembab air mata di ujung mata hitam itu, ada gerakan letih yang dipancarkan oleh gadis itu. Sasta berdiri, dan memeluk August dengan erat.

“yang tabah, ya, you deserve more than him” ucap Sasta, yang hanya bisa memberikan semangat. Sasta tau di posisi ini, hanya ada Sasta yang bisa menemani August, melihat apa yang telah dia lakukan di Los Angeles kemarin.

“makasih Sas” ucap August tersenyum, August mengambil gitar Sasta yang ada di ujung ruangan dan mulai memainkan senarnya.

“gue baru bikin satu lagu di Bali kemaren” ucap August mulai memainkan gitarnya dengan lembut, suara beningnya melembut.

“and i just wish all the memories is burnin” lantun Augut pelan, membuka matanya menatap Sasta. Sasta menatap lembut August dan langsung memeluk erat sahabatnya itu.

“you must be strong dear” ucap Sasta. August mengangguk, membalas pelukan Sasta dengan erat.

“ke rumah gue yuk, ngambil oleh-oleh” ucap august, mengahpus titik air matanya. Sasta mengangguk, dan keluar dari rumahnya, langsung lari kearah rumah August. Saat August membuka pintunya, dan masuk ke ruang tamu. August terdiam melihat siapa yang duduk di sofa itu.

“what are you doing here?”

***

Los Angeles
May 17th 2013

“why you’re calling me?” tanya  Olivia, menatap Greyson. Greyson hanya terdiam, dan menatap Olivia lurus.

“we need to talk” ucap Greyson,vOlivia mengerut.

“what talk?” tanya Olivia masih tidak mengerti apa yang dimaksud dengan pacarnya itu. Olivia menatap Greyson lurus.

“what are you want to talk, babe?” tanya Olivia, memegang pipi Greyson lebut. Greyson menunduk, dan memegan tangan Olivia yang ada di pipinya.

“i know it sounds weird, but i think we’re not belong together anymore” ucap Greyson dengan cepat, straight ke Olivia. Olivia terdiam.

“what, what do you mean?” tanya Olivia, shock dengan pernyataan Greyson.

“i’m sorry but it is, i mean, more far we’re going out, more far, there’s something wrong between this relationship” ucap Greyson.

“you said you love me” masih bantah Olivia.

“i did, but there’s something wrong, and i just figure it out now” ucap Greyson lembut.

“what was that?” tanya Olivia, yang sudah ingin menangis.

“that is, the reason why i’m dating you, Olivia, you’re not the right person” ucap Greyson melembut, sambil mengelus pelan rambut Olivia.

“the moment when i get close to you is not the right moment, i was so upset that time, i hurt at that time, i’m miserable, because someone else” ucap Greyson lagi.

“you mean August right?” tanya Olivia, Greyson menghela nafasnya, dan mengangguk pelan. Olivia menarik nafasnya dan berdiri tapi ditahan Greyson.

“let me explaine first” ucap Greyson. Olivia menatap lurus Greyson.

“i love August, that’s the fact, when she’s going out with Cody, i feel misserable, and then suddenly you showed up, and you’re just her reflection, your look, smell, and everything, the way you talk to me, everything Olivia, i love you, i sure i do, but i love you just like my fans, it can be more, because everything in to you always realted to her, i’m sorry” ucap Greyson. Olivia menatap mata Greyson.

“do you know how feel about me? being a person really looked like her, everyday, they tell me you love me because of my look, and i guess their right” ucap Olivia. Greyson terdiam, dan menunduk. Olivia menangis dan meninggalkan Greyson. Greyson menghela nafas. what happened just happened. Greyson membawa dirinya kembali pulang, ke apartemennya, dan melihat apartemen August yang tepat disampingnya. Greyson menghela nafas.

“what’s up dear?” tanya Ibunya, Greyson hanya menggeleng dan duduk di sofa, menatap kosong tv.

“do you miss August?” tanya ibunya. Greyson mengangkat bahunya.

“are you tired with yor job?” tanya ibunya. Greyson menggeleng.

“of you are, go get some holiday” ucap ibunya. Greyson mengangguk, saat dia beranjak ke kamarnya. Greyson terdiam, lalu menemui ibunya.

“mom i guess you’re right, i will tkae some holiday, but i want to go by my self, is that okay?” tanya Greyson. ibunya berfikir sesaat dan mengangguk.

“everything suit you dear”

***

“what are you doing here?” tanya August heran, menatap laki-laki dengan leather jacket, dan sepatu conversenya itu.

“i’m here, to say sorry” ucap laki-laki itu, menunduk.

“sorry for?” tanya August kembali.

“for ignoring you lately, for not replying your voice mail, for not replying your emails, and not for being your side when you’re broke” ucap laki-laki itu lagi. Augsut melipat tangannya.

“who do you think you are Greyson, you can come and go liek this?” tanya Sasta, menatap Greyson.

“i’m here for saying sorry” ucap Greyson lagi. August terdiam, Greyson menatap langsung ke arah August, mata itu.

“August, i’m sorry” ucap Greyson tulus, ada genangan di dalam air mata August. August tersenyum lemah. Greyson tersenyum, dan langsung memeluk August erat. Greyson mengangkat tubuh August. Tangis August pecah, melihat dirinya di dalam pelukan siapa. Greyson tersenyum lebar. This, feel so right, right now, he knows August is his priority.


***

>> AAA FINALLY PART 41 IS UP :") i guess 4 more to goes for end this story :') yaaaaa, sebenetar lagi cerita ini selesaii :') i had a plan to make a sequel one, but don't know,hectic schedule here hehe. so, as usual, thanks for reading, and let me know what do you think :]
Stay awesome!
@Audeeyah

Friday, October 19, 2012

Remember August ( Part 40 : Did You Forget? )


***

Jakarta, Indonesia
February, 24 2013
Lapangan Istora InDoor Senayan.

            Senayan, dihentakkan dengan beat-beat dari 2 artis papan atas. Histeria dari semua orang pun membaur. August menyanyi dengan enerjik, tidak beda dengan One Direction. Koloborasi yang biasa mereka lakukan pun dilakasanakan dengan indah. Senyuman August di luar, benar-benar menutup ke kacauan di dalam hatinya. Menutup suatu badai, yang siap untuk menggerus semua rasa cinta yang pernah ada di dalam hati itu. Tubuh Augsut terhempas, dari kayangan awan yang dibuat dari kata indah mulut lelaki itu, dalam langkah pertama. August meyakinkan dirinya untuk menyanggupi semua konsekuensinya, itu, tapi August tidak akan pernah berfikir, akan segini sakitnya, ketika August benar-benar merasa di hempas terjun ke bumi. Tanpa genggaman, dan tanpa tempat landas yang baik. Tubuhnya sepertinya akan siap hancur membentur aspal keras. Disaat dirinya jatuh, dirinya harus berdiri, August berdiri di tegah pecahan kacanya, menahan perih dan tajamya kaca menusuk tubuhnya. Ini adalah komitmen August, dia tidak akan perah megecewakan penggemarnya. August harus mau sanggup, menari dengan enerjik, meyayi dengan indah, dan terseyum semanis mungkin, ditengah badai yag sedang berkecamuk dalam hatinya, dan diatas pecahan kaca, dari ragkaian cerita indahnya.

Sedangkan Sasta haya bisa mengasihani sahabatnya itu yang sedang bertempur dengan hebatnya di dalam diriya. Jika Sasta ditanyai siapa teman yang paling kuat dari Sasta kenal, itu hanyalah August. Sasta, termaksut saksi buta August selama dia di Indonesia, dimana August mejadi artis terkenal, dan juga dimana saat August menjadi gadis biasa, dimana saat Sasta, sempat memergoki August menangis kecil di koridor sekolah mereka dahulu, dan menjadi saksi penderitaan August, disaat dia harus menahan perihnya jarum didalam tubuhyanya itu, hidupnya sulit. Tapi dia tidak  pernah membuat semua orang masuk ke dalam kesulitan itu, dia kuat, hanya orang tertentu yang bisa masuk ke dalam tembok itu. Sasta masih termenung, dan mengeluarkan handphone August, yang saat ini dia pegang.

“hello, can we talk for a minute?”

***

Bali, Indonesua
May, 5th 2013

            Tour August da One Direction officially selesai, dan sekarang mereka mengambil beberapa hari untuk libur di pulau dewata. August menyayangkan Sasta tidak mengikuti liburan kali ini, Sasta tiba-tiba harus terbang ke Los Angeles, dengan akuan ada yang harus diurus bersama keluarganya disana. August mengangguk dengan tidak rela, melihat sahabatnya pergi di atas liburannya.

***

“hey, i’m in, the corner, i’m wearing blue shirt, high ponytail” ucap Sasta, di salah satu sudut kedai kopi Los Angeles. Orang disebrang sana mengucapkan mengerti, dan menyelesaikan perbincangan mereka. Saat Sasta, menunggu  beberapa menit, melihat laki-laki dengan leather jacket, skinny jeans, dan converse. Sasta mengangkat tangannya. Laki-laki itu menoleh, dan tersenyum mengahampiri.

“hey, Sasta, nice to see you” ucap laki-laki itu. Sasta tersenyum kecil, dan membalas pelukannya.

“hey, Greyson, nice to see you” ucap Sasta. Greyson Chance, ya, siapa lagi?

“what’s an air, you coming here?” tanya Greyson, setelah menerima pesanan latte-nya.

“i want to make it quick, do you have any problem with August?” tanya Sasta, Greyson mengerinyit.

“no, not at all. Why?” tanya Greyson

“August said you and her, lost contact, like when she did her tour” ucap Sasta kembali. Greyson menghela nafas.

“listen, i have career here, and my life just not about to take care of her, she got her own protection right?” ucap Greyson lagi.

“don’t be mad, i don’t know that you are Mr. Busy right now, but i just want to ask you one thing, care to her, she need it now” ucap Sasta memohon.

“for what?” tanya Greyson heran

“you know for what!” balas Sasta tinggi. Greyson mengerinyitkan dahinya.

“i have life here, my life is not about her, i told you that, i mean hello she is no one, i have girlfriend, i need to work here” balas Greyson tambah dingin. Sasta terdiam.

“so you mean, she’s not important, but your girlfriend is?” tanya Sasta.

“of course, she is my damn girlfriend Sasta, ofcourse she is important, i leaved August, because i’m done with her drama, she had everything, she had boyfriend” ucap Greyson lagi.

"drama? you mean her obviously disease that you've known like for an ages, you said drama?!" tanya Sasta heran menatap Greyson yang dengan egonya itu

"i know it's not, but seriously, she cries always everynight because of like useless thing don't ya know? i mean she had boy--" ucap Greyson terputus

“you didn’t know that Cody is cheating on her?” tanya Sasta memotong pernyataan Greyson, priceless.

“i don’t give a shit about that, at least she had 5 handsome boys, who ready to protect her right, i don’t care about that anymore, i’m living my life now” ucap Greyson, ketus. Sudah, ini sudah dari batas. Sasta berdiri.

“okay, you don’t give your fuck to that, sorry, Mr busy for a slut” ucap Sasta berdiri. Greyson menahan tangannya.

“watch your words” ucap Greyson. Sasta menarik tangannya.

“did you know for all this months, she has been fighting with her boyfriend keeping what she believed, and did you know that, everynight, she cried in silent, did you know, all of her smile that showed up was fake. Did you?” ucap Sasta menatap mata Greyson langsung. Greyson masih terdiam.

“she cried everynight, hoping the best, bust expecting the worst, blood always come through her nose, she’s done with her boyfriend” ucap Sasta lagi.

“and you, the person who she needed the most, with your fucking big ass ego, kissing your girlfriend, who even just like her? Get a life Greyson, why do you love some random fans? Desperate? She really looks like her, and don’t lie to your self Greyson, you did love her. I know that. it clearly i can see it. Now get off” ucap Sasta. Greyson terdiam mendegar semua protesan, dar i Sasta, saat Sasta ingin berjalan, dia membalikan badannya.

“the last, do you really forget, and throw all the beautiful memories that you had with August, while August keep it save in her mind, do you really give up on her?” tanya Sasta lagi melembut, dan meninggalkan Greyson. Sasta memberhentikan taksi, dan meminta langsung pergi ke bandara. Semuanya selesai, yang hanya bisa Sasta lakukan menghibur August.



***